Festival Nasyid Indonesia

Teman-teman, masih ingat tulisan di Nasyid.com sebelumnya mengenai pertemuan AIJ (Agus Idwar Jumhadi), salah seorang presenter SCTV dengan BPM Singers ? Selidik punya selidik ternyata mereka sedang membicarakan sebuah gebrakan besar-besaran di dunia nasyid yaitu Festival Nasyid Indonesia atau disingkat FNI. Hajatan ini tidak hanya bagi dunia pernasyidan, tetapi juga berkait dengan dunia permusikan di Indonesia, karena nasyid adalah salah satu bentuk dari “genre” musik. Tentu bedanya nasyid mempunyai nuansa relijius dan kegiatan ini merupakan gebrakan baru.

Perkembangan nasyid yang cukup pesat dan sudah mulai dikenal masyarakat pada saat ini yang memang berangkat dari komunitas, ternyata menginspirasikan diadakan FNI. Semaraknya acara pemilihan bintang atau idola di televisi baru-baru ini juga turut mendorong untuk diadakannya FNI. Karena, diharapkan FNI menjadi alternatif hiburan Islami juga diharapkan berperan sebagai sarana membangkitkan kembali nilai-nilai relijius serta mengembalikan semangat itu pada diri bangsa Indonesia.

Menurut Agus Idwar, yang mengembangkan ide ini, FNI diharapkan agar bergaung internasional (InsyaAllah). Buruknya citra Indonesia terutama Islam Indonesia di mata Internasional semoga bisa diperbaiki dengan diadakannya FNI. Dengan FNI akan menunjukkan bahwa Islam sesungguhnya adalah tidak melulu kekerasan. Islam juga mempunyai seni yang bisa dinikmati. Citra positif ini juga bukan hanya untuk ke Internasional tapi juga ke memperlihatkan citra Islam di dalam negeri sendiri. Pada akhirnya menimbulkan citra yang positif tentang Islam di Indonesia.

Untuk mewujudkan cita-cita ini pihak penyelanggara FNI telah menjalin kerjasama dengan Departemen Pariwisata Indonesia yaitu langsung kepada Direktur Jenderal Pariwisata itu sendiri. Hal ini tentu ada hubungannya, karena citra yang terbentuk mengenai Indonesia berpengaruh terhadap wisata Indonesia. Dengan ini Departemen Pariwisata berharap agar cara ini cukup membantu memperbaiki citra itu. Selain itu, FNI telah menjalin kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional.

Menurut Agus Idwar juga, kegiatan ini sudah mendapat dukungan dari Ibu Titien Soekarso Soekarya, Direktur Promosi Domestik Kementarian Pariwisata. Kegiatan ini juga sudah mendapat rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia.

Lho, bukannya sudah banyak festival nasyid ? Apa bedanya dengan festival-festival nasyid lainnya ? FNI tentu sangat berbeda dengan festival nasyid lainnya karena dilaksanakan dalam skala nasional. Selain itu, akan melibatkan berbagai ahli. InsyaAllah bakalan heboh deh.

Sebagai pengingat, festival nasyid se-Indonesia dalam skala nasional pernah diadakan pertama kali pada tahun 1998 yaitu yang diadakan oleh Majalah Tren waktu itu. Festival tersebut yang melahirkan beberapa tim nasyid seperti Gradasi dan Rancak Nada. Setelah itu belum ada festival serupa.

So, bagaimana gambaran FNI yang akan diadakan ? FNI ini pangsanya lebih ke generasi muda yaitu kalangan pemuda dan remaja. Tapi pada akhirnya juga bisa meluas ke semua golongan usia. Target pesertanya grup-grup nasyid dari sekolah-sekolah umum dan perguruan tinggi-perguruan tinggi. Pesertanya harus berupa grup jadi tidak perorangan. Konsep nasyidnya sendiri juga harus boysband atau vokal grup.

Sistem penyaringan grup-grup nasyid, yaitu akan diadakan audisi di 8 kota besar di Indonesia yaitu Bandung, Jakarta, Banten, Solo, Jogja, Medan, Makasar dan Surabaya. Dari tiap-tiap kota akan di ambil 4 tim nasyid terbaik. Untuk mengadakan audisi di 8 kota ini, pihak penyelanggara akan melibatkan stasiun-stasiun radio di kota-kota tersebut dan juga pakar nasyid serta musik di kota tersebut.

Nah, empat grup nasyid dari tiap-tiap kota akan dikumpul dan diadu lagi di Semi Final yang bertempat Banten. Di Semifinal ini akan diambil 12 grup terbaik. Lalu, kedua belas grup terpilih menjadi finalis ini akan dikarantina dan digembleng. Selama karantina, mereka akan diberi ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas musik dan olah vokal mereka, juga kualitas pendukung lain untuk mencetak mereka sebagai entertainer. Tidak hanya itu, mereka akan juga diberi muatan ruhani. Karena FNI diharapkan selain mencetak sebagai munsyid yang berkualitas juga sebagai entertainer Islami yang bisa menjadi contoh masyarakat. Muatan-muatan rohani tersebut akan melibatkan ustaz seperti M. Arifin Ilham, dari tim ESQ, dan juga Manajemen Qolbu nya Aa’ Gym. Untuk olah vokal akan melibatkan Elfas Singer dan performance akan melibatkan beberapa koreografer

Segala kegiatan FNI mulai dari audisi sampai pengkarantinaan grup-grup nasyid akan diberitakan dan disiarkan secara rutin melalui televisi selama bulan Ramadhan. Konser -konser pun akan ditayangkan di televisi. Segala proses pemilihan juara di FNI dari audisi hingga ke final akan melalui penjurian.

Wah, seru juga yah ! Nah kamu-kamu yang merasa mampu dan pengen ikutan, ayo buruan bentuk grup nasyid. Jadi, bakalan ada demam baru dong ? Demam FNI. Majulah nasyid Indonesia !

BAGIKAN