Nasyid, Salah Satu Titik Sentuh Dakwah

Seni adalah upaya mengeksplorasi keindahan. Namun, yang paling penting adalah jangan sampai seni menjadi jalan mengingkari Allah. Bahkan, kalau bisa dengan seni makin terasa keagungan, kebesaran, dan ke-MahaIndahan Allah, karena Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan.

Kita senang suara yang merdu dan puisi yang indah. Allah memang sudah memfitrahkan kita menyukai keindahan dan sebaik-baik keindahan adalah kebenaran yang dituntunkan oleh Allah. Kalau maksiat saja bisa dikemas menjadi sesuatu yang menyenangkan, apalagi agama yang fitrahnya amat indah, tentu dapat dikemas menjadi sesuatu yang lebih terasa keindahannya.

Nasyid adalah salah satu titik sentuh dakwah – karena ada yang bisa disentuh dengan nasyid, ada yang bisa disentuh dengan ekonomi, ada yang bisa disentuh dengan kedisiplinan, dan ada yang bisa disentuh dengan manajemen. Makin lebar kita buka titik sentuh dalam berdakwah, mudah-mudahan makin banyak orang bisa kembali memahami kebenaran karena disentuh di bagian yang paling dia sukai.

Jadi, ini adalah salah satu upaya memperlebar titik sentuh agar orang bisa menyukai nilai-nilai kebenaran. Insya Allah…

(KH. Abdullah Gymnastiar dalam buku “Revolusi Nasyid” karya Adjie Esa Poetra)

BAGIKAN